Kursus 14 hari saja... Bagaimana menjadikan BLOG Anda sebagai ASET ONLINE
Powered by MaxBlogPress  
Learn Internet Marketing For Beginners

Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia

October 7th, 2009 by Habib Yunus Leave a reply »

Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia adalah merupakan kalimat positif yang sangat menarik dan menurut saya memiliki makna yang sangat dalam jika kita kaji lebih jauh lagi. Dan memang akhir-akhir ini sering didengung-dengungkan oleh para blogger tanah air untuk mengikuti kontes SEO yang diadakan oleh beritajitu.

Akan tetapi terlepas dari diadakan kontes atau tidak saya ingin mengajak Anda semua untuk segera bersama-sama bahu-membahu untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia yang hilang. Kemudian mempertahankan jati diri bangsa yang baik serta mewariskannya kepada anak cucu kita dan membuang jauh-jauh jati diri bangsa yang buruk.

Lalu bagaimana caranya untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa kita?

Pertanyaan yang sangat menarik. Untuk menjawab pertanyaan ini pertama kita harus melihat kebelakang, mempelajari sejarah untuk mengetahui seperti apa jati diri bangsa Indonesia tempo doeloe. Ini penting sekali sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

Bung Karno pernah mengatakan “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jas Merah)”. Dengan mempelajari sejarah, akan lebih mudah bagi kita melangkah kedepan dengan mempertimbangkan baik atau buruk langkah yang kita ambil berdasarkan apa yang telah kita lalui dimasa lalu.

Jati Diri Bangsa Indonesia Tempo Doeloe

  • Bekerjasama dan Bergotongroyong

Sikap ini sudah lama sekali menjadi jati diri bangsa ini. Bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa yang suka bekerjasama dan bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Sehingga pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan cepat terselesaikan. Zaman dulu jika sekelompok warga ingin membangun jembatan atau rumah ibadah, mereka akan bekerja sama dan bergotong royong untuk menyelesaikannya.

Sayidiman Suryohadiprojo menuliskan “Ketika Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, para Pendiri Bangsa menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sebagaimana dikatakan Bung Karno ketika mengutarakan pandangannya sebagai Penggali Pancasila, kalau Pancasila diperas maka yang diperoleh adalah nilai gotongroyong. Hal itu menghasilkan kesimpulan bahwa gotongroyong adalah inti jati diri bangsa Indonesia”.

  • Ramah, Sopan, Santun

Dalam sejarah sikap ini tercermin ketika ada tamu yang berkunjung ke suatu perkampungan maka dengan penuh suka cita seluruh warga kampung akan berbondong-bondong menyambut kedatangannya. Bahkan di beberapa daerah mereka menyambut kedatangan tamu dengan mengadakan upacara khusus. Beberapa upacara tersebut misalnya dengan menghadirkan tari-tarian, berbalas pantun, menyembelih hewan dan lain sebagainya.

Sikap sopan santun ditunjukkan dengan menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. Berbakti kepada orangtua dan mendengarkan masukan dan pandangan yang diberikan. Menyayangi dan menjadi pelindung bagi keluarganya.

  • Pekerja Keras

Pada zaman dulu bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang kuat dan pekerja keras. Konon katanya bahwa nenek moyang kita adalah seorang pelaut. Ini bukti bahwa memang sejak dulu bangsa kita adalah bangsa yang kuat dan pekerja keras.

Bukti lainnya bahwa kemerdekaan yang kita peroleh adalah hasil dari perjuangan dan kerja keras para pejuang kemerdekaan. Bukan hadiah dari penjajah yang memang tidak menginginkan bangsa ini merdeka. Dengan tetesan darah dan air mata, bergerilya mengandalkan bambu runcing sebagai senjata, dan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa maka kemerdekaan berhasil direbut dari tangan penjajah.

  • Artistik

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki jiwa seni yang tinggi. Banyak hasil karya bangsa Indonesia pada zaman dulu yang menjadi mahakarya yang tidak tergantikan sampai saat ini. Contohnya Candi Borobudur yang sangat terkenal dan dikagumi oleh banyak orang di seluruh dunia.

Putri-putri terbaik bangsa ini pada zaman dulu banyak menghasilkan karya-karya terbaik mereka seperti tari-tarian, lagu-lagu, alat musik tradisional, dan masih banyak lainya. Bahkan diantaranya ada yang diklaim sebagai milik bangsa lain. Ini juga sebagai bukti bahwa bangsa ini adalah bangsa yang memiliki jiwa seni yang tinggi yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Sejarah dunia masa lalu pun mencatat bahwa Angkor Vat di Kamboja dirancang dan dibuat oleh arsitek-arsitek dari Indonesia. Itulah salah satu bukti tingginya teknologi nenek moyang bangsa Indonesia.

Demikian pula sistem pembuatan Keris. Ternyata berdasarkan proses pengujian metalurgi, Keris asli terbuat dari baja yang bercampur dengan Titanium, unsur yang banyak terdapat pada meteor maupun bulan. Padahal titik didih (titik lebur) baja dengan titanium sangat berbeda, tapi para empu (pembuat keris) jaman dulu telah berhasil meleburkan baja dan titanium menjadi sebuah keris dengan menggunakan teknik teknologi pendinginan mendadak. Bangsa-bangsa barat sendiri baru mampu mengenal dan mengetahui cara mengolah Titanium (Ti) beberapa abad kemudian. Hanya sayang cara-cara teknik peleburan milik para empu-empu ini ternyata sudah banyak dilupakan oleh orang-orang Indonesia sendiri.

Jati Diri Bangsa Indonesia Yang Hilang

  • Bekerjasama dan Bergotongroyong

Dalam perjalanannya bangsa ini semakin hari semakin hilang sikap gotong royong dalam kehidupan bangsa. Makin lama makin kuat penetrasi budaya barat dalam menghadirkan sikap individualisme dan liberalisme. Orang Indonesia, khususnya para pemimpinannya telah sangat membantu Barat untuk menjadikan umat manusia termasuk Indonesia menganut budaya Barat dan menghilangkan jati diri bangsa.

Ini adalah poin pertama yang harus kita ingat untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia.

  • Ramah, Sopan, Santun

Dewasa ini sikap ini semakin lama semakin terkikis habis pada diri bangsa Indonesia. Tamu tidak lagi dihormati bahkan sering diperlakukan semena-semana. Mencurigai orang lain dan seringkali menganggap orang lain penting bila memberikan keuntungan bagi dirinya sendiri dan tidak mempedulikan apa yang bisa ia berikan bagi orang lain.

Yang muda tidak lagi menghormati yang lebih tua, begitu juga sebaliknya yang tua tidak menyayangi yang muda. Seorang anak selalu mengacuhkan nasehat orangtuanya dan menganggapnya sebagai angin lalu. Begitu juga orangtua menganggap anaknya sebagai barang miliknya dan berhak diperlakukan apa saja. Di TV dan Koran sering sekali kita dengar orangtua memukuli anaknya hingga babak belur, memerkosanya, bahkan membunuhnya (Nauzubillah Minzalik). Tidak jelas batasan antara anak dan orangtua.

Ini adalah poin kedua yang harus kita ingat untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia.

  • Pekerja Keras

Bangsa ini berubah menjadi bangsa pemalas dan ingin mendapatkan segala sesuatu tanpa harus bekerja keras. Budaya korupsi seperti menggurita menggerogoti sendi-sendi kehidupan orang Indonesia. Hampir semua orang benci terhadap korupsi atau katakan tidak pada korupsi tapi hampir semua departemen atau instansi pemerintah terjadi korupsi.

Bangsa ini berubah menjadi bangsa yang munafik, lain di muka lain pula di belakang. Sifat ini adalah hasil dari ketertindasan baik dalam hal inisiatif maupun perilaku. Pada era orde baru kita dipaksa menerima kekuatan-kekuatan dari luar dan menyembunyikan apa sebenarnya yang dirasakan, dipikirkan, atau dikehendaki. Kalau tidak diterima maka bencana akan menimpa tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga keluarga

Ini adalah poin ketiga yang harus kita ingat untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia.

  • Artistik

Sebenarnya tidak seratus persen jati diri ini hilang dari diri orang Indonesia. Namun mulai terkikis dikarenakan sikap acuh tak acuh pemerintah dalam menghargai karya seni bangsa sendiri. Tidak ada perlindungan hukum terhadap hasil karya tersebut sehingga bangsa lain dengan mudah mengklaim menjadi miliknya.

Malaysia misalnya pernah mencoba untuk mempatenkan beberapa motif batik, tapi tidak berhasil karena pemerintah Indonesia mampu membuktikan produk batik sebagai produk asli budaya Indonesia. Bahkan kata “Batik” sendiri berasal dari bahasa Jawa.

Pernah terjadi penolakan ekspor ukiran Jepara dari Indonesia di sebuah negara Eropa karena ternyata ada sebuah katalog yang terdiri dari beberapa motif ukiran Jepara yang telah dipatenkan oleh orang lain. Jadi ekspor kayu ukiran Jepara itu harus membayar royality kepada pemilik paten sebelum bisa dipasarkan di negara lain. Ketidaktahuan orang Indonesia membuat bangsa ini terus menerus dibodoh-bodohi untuk diekspoitasi sumber-sumber alamnya dan budayanya yang sangat kaya.

Ini adalah poin keempat yang harus kita ingat untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia.

Bagaimana Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia Yang Hilang

Mungkin tip sederhana dibawah ini bisa membantu kita untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa kita.

Pertama, Jangan pernah melupakan sejarah. Jadikan sejarah sebagai guru dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan di masa lampau.

Kedua, Utamakan hati nurani. Selalu mengedepankan hati dalam mengambil setiap tindakan. Hati nurani tidak akan pernah berbohong sebab hati selalu ingin melakukan kebaikan-kebaikan. Itulah sebenarnya fitrah manusia. Kepala boleh panas tapi hati harus tetap dingin. Jangan dibalik hati boleh panas kepala tetap dingin, akibatnya orang Indonesia sering mengakal-ngakali, memutarbalikkan fakta, bersilat lidah untuk kepentinggan kelompok, golongan, bahkan dirinya sendiri.

Ketiga, Pertahankan jati diri bangsa yang positif dan mewariskannya kepada anak cucu kita dan membuang jauh jati diri bangsa yang negatif.

Keempat, Jangan selalu menganggap bangsa lain lebih hebat dari dari bangsa kita. Percayalah bangsa kita memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Penutup

Akhir kata marilah segenap bangsa ini saya mengajak Anda semua melalui tulisan ini untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa kita yang hilang. Mengejar ketertinggalan kita dari bangsa lain bahu-membahu dan menjadikan kita sebagai pemenang. Mari kita jadikan hari esok yang lebih baik dari hari ini. Percayalah habis gelap terbitlah terang. Wassalam…

Popularity: 62% [?]

Related posts:

  1. Cintai Keindahan Alam Bangsa Sendiri Untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia banyak memiliki tempat-tempat yang terkenal akan keindahan alamnya. Tempat-tempat...
  2. Kenali Lebih Jauh Seni dan Budaya di Pandeglang Jilid 2 Kampanye kenali dan kunjungi objek wisata di Padeglang semakin menggema...
  3. Kenali Lebih Jauh Seni dan Budaya di Pandeglang Sebelumnya saya mengajak Anda untuk Kenali dan Kunjungi Objek Wisata...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Advertisement
Learn Internet Marketing For Beginners

10 comments

  1. wah memang kita harus selalu mengembalikan jati diri bangsa yang sedang loyo,,,,kesadaran berbangsa sangat penting ditingkatkan

    salam

    fikri

  2. vietnamet says:

    Setuju Boz Fikri !!

  3. Blooges says:

    Sangat Jelas sekali pak, memang benar sudah saatnya kita bangkit, sudah capek kita ditekan terus dan budaya kita dicuri terus, kita harus STOP itu semua, mari kita bersama-sama mengembalikan jati diri bangsa indonesia.

  4. link udah ane pasang bos

  5. posterone says:

    agak susah tuh kayaknya

  6. Bispak says:

    Terima kasih banyak atas bantuannya, Warung Cewek.

Leave a Reply for Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia